Di Balik Produk Pembersih yang Ada di Rumah Anda

Zat kimia sintetis adalah bahan kimia bikinan pabrik yang bisa kita dapatkan di beberapa produk rumah tangga, misalnya: deterjen, sabun, pestisida, insektisida, plastik, asam sulfat, dan lain-lain.

Sayangnya bahan kimia sintetis dalam produk pencuci rumah tangga itu mempunyai efek seperti memengaruhi kualitas udara dalam ruang serta bisa mempengaruhi kesehatan Anda serta keluarga. Dampak yang dibuat dapat dari mulai pusing, mual, alergi, sampai permasalahan kesehatan serius seperti masalah pernafasan atau kerusakan ginjal.

Berikut adalah beberapa jenis muatan bahan kimia yang penting untuk dicermati dalam produk pencuci rumah tangga berdasar pembagian produknya:

1. Produk Pencuci Rumah Tangga dengan Aroma Aroma
Dalam beberapa serangkaian produk rumah tangga yang bau harum seperti pengharum ruang, sabun bersihkan piring, atau tissu umumnya Anda akan mendapatkan kata ‘fragrance’ atau ‘perfume’ dalam daftar muatan zat. Bila ada, ada peluang jika produk itu memiliki kandungan bahan kimia phthalates.

Phthalates adalah zat kimia yang dapat menyebabkan berlangsungnya migrain serta asma. Disamping itu disebutkan jika phthalates yang terkena ke kulit dapat gampang terserap serta menghancurkan organ-organ badan sisi dalam. Disamping itu phthalates dapat mengganggu performa kelenjar endokrin yakni kelompok kelenjar yang berperan menghasilkan hormon yang berperanan dalam mengendalikan peranan semua organ badan.

2. Sabun serta Deterjen Anti Bakteri
Pencuci yang mengandung anti bakteri benar-benar sangat efisien dalam jaga kebersihan serta kesehatan Anda. Tetapi tahukah Anda jika sebetulnya nyaris di tiap produk yang dicap ‘anti-bakteri’ seperti sabun (cair atau batangan), deterjen, dan sabun spesial tangan, memiliki kandungan bahan kimia triclosan yang bisa menyebabkan masalah kesehatan.

Muatan triclosan pada produk pencuci yang dipakai setiap hari itu dalam periode panjangnya dapat mengakibatkan kulit jadi kering, peka, masalah hormon, dan masalah peranan otot. Sabun dengan merek ‘anti bakteri’ rawan memiliki kandungan zat triclosan.

3. Cairan Pencuci Jendela serta Dapur
Pada cairan pencuci jendela, dapur, atau cairan pencuci serbaguna, biasanya ada muatan penting zat 2-Butoxyethanol. Zat 2-Butoxyethanol ini dapat mengakibatkan sakit tenggorokan waktu terhirup. Dalam fokus tinggi (ruang kecil, tertutup, dan minim akan ventilasi udara) 2-Butoxyethanol dapat menyebabkan kerusakan pada liver, ginjal, dan narcosis (pengurangan peranan skema saraf pusat).

READ  Alur Pengerjaan Konstruksi Bangunan dan Penjelasannya

4. Beberapa Produk Perawatan: Minyak wangi, Cologne, Deodoran, Shampo, Obat Kumur
Pemakaian zat etanol dalam batas lumrah, tidak selamanya memberikan efek buat kesehatan. Tetapi bila Anda terserang contact dengan etanol murni dalam skala besar (dengan cara oral, kulit, atau hisap) dapat berlangsung tanda-tanda keracunan dengan tipe yang beragam, dari mulai mual, muntah, kejang, bicara melantur, pengaturan badan kalut, reaksi alergi di kulit, mata berasa panas, sampai koma. Etanol memang mempunyai efek memabukan serta diketemukan pada minuman mengandung alkohol. Oleh karena itu biasanya bahaya etanol sama juga dengan bahaya pada minuman keras.

Beberapa produk pencuci yang mengandung bahan kimia perlu untuk dicermati, tetapi bahan kimia itu dibutuhkan supaya produk pencuci dapat kerja dengan cara optimal untuk mengusung kotoran atau mematikan kuman.