Dampak Harga Pasir Ilegal Bintan Capai 500 Ribu

Harga jual pasir pertambangan ilegal di Galang Tangkai serta Teluk Bakau, Bintan, Kepulauan Riau dipasaran tembus Rp460.000 sampai Rp500.000 per truk.

Toko material bangunan di Tanjungpinang, Rabu, (15/1/2020) mengemukakan, harga satu truk model pasir kasar pengin lantas halus seharga Rp500.000 per satu truk.

Baca Juga: upah tukang
Di Toko material Partner Bangunan harga pasir satu truk seharga Rp460.000. Pasir itu dihadirkan dari Galang Tangkai, Bintan. Satu truk pasir berisi 3 kubik.

“Pesan banyak dapat, namun turut barisan,” kata penjual pasir.

Kepentingan pasir di Tanjungpinang-Bintan sampai beberapa ratus kubik tiap harinya. Pesanan pasir pun dari perusahaan industri readymix (Beton siap pakai), kontraktor pengin lantas pengembang perumahan.

Berdasar pada data yang dikumpulkan Januari 2020, ada 26 area pertambangan pasir Bintan. Terdata 13 nama pemilik juga sekaligus penanggungjawab tambang yang bertempat di Kp Banjar Lama, Kp Masiran, Kawal serta Teluk Bakau, Kecamatan Gunung Kijang Bintan.

Nama pemilik juga sekaligus penanggungjawab tambang pasir itu ialah, Gonde, Maxi, Alex, Ferdi, Yohanes, Yoman, Yanti, Latif, Edison/Nas serta Riki Partner. 9 penambang pasir memanfaatkan alat mesin sedot (Dompeng), 3 penambang memanfaatkan alat berat kobe serta loder.

Artikel Terkait :harga pasir

Proses pertambangan pasir itu terdiri dalam dua trik, ialah dengan buka area, mengeduk dengan alat berat, mengisap pasir itu dengan mesin penghisap yang di pasokan langsung ke truk pengangkut pasir bermuatan 2 kubik.

Trik ke dua yang dimanfaatkan penambang pasir memanfaatkan alat berat dengan metode pembelahan pasir lewat alat pisah pasir, setelah itu langsung dituang ke truk yang siap angkut.

Sampai waktu ini tambang pasir ilegal di Bintan terus mengerjakan aktivitas tidaklah ada perbuatan dari aparat penegak hukum.

READ  Yuk Intip Panduan Sebelum Beli Besi Hollow